B.A.P dalam Majalah 10Asia(10+star) Rilis November (Bag. 1)



Translator: Desy



©BangzeloDAY_BAP
 
 
B.A.P, Aku akan Bersorak atas Bola yang Telah Kalian Lempar ke Dunia – Bagian 1

‘Apa yang bisa aku lakukan saat ini, adalah dengan tidak hidup secara asal. Ya, mari kita tidak berlaku sembrono. Jangan, jangan melakukannya hanya karena kita punya satu pilihan. Ini adalah dorongan hebat yang bisa aku berikan untuk kehidupanku.’ Barisan kata dari sebuah buku prosa ‘Beautiful Shade’ muncul dipikiranku setelah bertemu Bang Yongguk, Himchan, Daehyun, Youngjae, Jongup, Zelo, 6 member B.A.P. Aku menjadi sayang dengan para pria muda ini karena mereka mejalani dengan benar apa yang bisa mereka lakukan di kehidupan mereka sehari-hari, dalam musik, dan bekerja keras untuk tidak hidup dalam kesia-siaan.

Pada tahun 2012, debut dengan ‘Warrior’ untuk menunjukkan limpahan karisma sebagai seorang prajurit, B.A.P memulai peperangan melawan kejahatan dan tidak ragu menjadi ‘bad men’, melalui mini album terbaru yang ketiga ‘Badman’. Mereka juga memperlihatkan bahwa mereka cocok dengan melodi lembut melalui lagu mereka ‘Coffee Shop’ yang juga ada di album tersebut. Setelah meraih penghargaan rookie di Korea dan manca negara pada tahun lalu, dan setengah tahun ini, mereka bahkan mengadakan Tur Pasifik di 4 kota di New York, dan 5 negara di Asia. Pada saat yang bersamaan mereka debut di Jepang, mereka telah berencana untuk Tur Arena pada November mendatang. Memeliki pesona yang kontras antara pria liar dan pria lembut adalah hal yang mutlak, mereka sekarang adalah grup idola yang telah debut lebih dari 600 hari, jadi karena aku penasaran dengan kiprah luar biasa B.A.P, aku pun menemui mereka.

Saat aku melihat senyuman yang mencerahkan seluruh lokasi dan mendengar tawa menyegarkan mengisi setiap sudut ruangan, aku merasakan kembali energi positif ketika mereka memberi salam padaku seolah kami sudah pernah bertemu. Saat ini adalah beberapa hari menjelang debut mereka di Jepang, jadi karena jadwal dan latihan, mereka bisa tidur hanya 2-3 jam, namun dengan mata yang bercahaya, B.A.P melanjutkan pembicaraan. Aku merasa sangat bersyukur karena mereka mengesampingkan sisi liar maskulin mereka dan dapat berbicara dengan pribadi mereka yang sebenarnya. Saat menghabiskan waktu yang singkat namun penuh kenangan dengan orang-orang pekerja keras ini, mereka berbagi cerita yang serius, sepele dan iseng namun yang terpenting adalah cerita-cerita mereka tulus.

T. Ketika aku berkata aku akan bertemu B.A.P, beberapa orang yang bahkan tidak tahu tentang idola berkata “Maksudmu grup pelantun ‘Coffee Shop’?” (Tertawa) Mungkin saja karena lagu ini ada di online, di komputer, dll saat pertama keluar. Aku pikir B.A.P menjadi lebih dikenal karena ‘Coffee Shop’.

YG: Banyak orang mendengarkan lagu itu di coffee shop (café kopi).
Semua: (Tertawa).
YJ: Kami juga menyukai lagu ini dan banyak fans kami yang berusia di atas 20 tahun juga menyukainya. Karena ‘Coffee Shop’ banyak wanita yang lebih tua jadi mengenal B.A.P.
YG: Karena penggemar kami kebanyakan adalah para remaja, saat pembuatan album ‘Badman’, kami pikir kami harus membuat lagu yang cocok untuk segala usia jadi kami sangat bersyukur mereka menyukainya.

T. Sudah pasti orang dari berbagai usia dari Korea menyukai kalian tapi aku dengar popularitas kalian di luar negeri juga tidak main-main. Pada saat yang bersamaan debut single ‘Warrior’ B.A.P dipasarkan, kalian melakukan Tur Arena mulai November. Umumnya seseorang akan mulai dari Tur Zepp, Budokan lalu Arena untuk tingkatan konser mereka, tapi bagaimana kalian bisa langsung loncat ke Arena Tur?

DH: (Alasannya karena) Penggemar kami di Jepang sangat menyukai warna musik dan konsep kami. Aku pikir itu memungkinkan karena mereka melihat bahwa kami berbeda dari grup lain.
 
T. Aku lihat dari penampilan-penampilan pada mini album ketiga ‘Badman’, yang mana kegiatan kalian baru saja selesai. Dibanding saat kalian pertama debut, setiap member benar-benar berbeda

DH: (Dibanding saat pertama kami debut) kami mencari keahlian masing-masing dan menunjukkannya.
Himchan: Ini adalah hal yang bagus kami sekarang bisa dibedakan. (Tertawa)

T. Karena Bang Yongguk juga merupakan produser album ‘Badman’ aku pikir mustahil jika tidak menjadi sensitif; khususnya saat kamu sedang bekerja. Menulis lirik atau menggubah lagu, kamu hanya perlu membuat dirimu untuk menciptakannya tapi ini pasti sangatlah berbeda ketika harus mengontrol seluruh album.

YG: Aku rasa memang seperti itu khususnya untuk album ini. Banyak pro dan kontra, namun hal terpenting bagiku adalah ini pertama kalinya aku menyelesaikan semuanya, saat sedang membuat setiap bagian untuk album berikutnya, aku berpikir bisa mengeluarkan album yang lebih baik. Aku telah mencapai targetku. (Tertawa)

T. Kamu tipe orang seperti apa ketika menulis lirik? Sulit untuk menulis lirik untuk semua lagu di album B.A.P. Apakah kamu tiep orang yang sejenak melihat sekeliling dan kemudian menulisnya, atau berkata pada diri sendiri ‘Aku harus bekerja sekarang’ dan menulis segalanya dalam sekali waktu.

YG: Aku bekerja dimanapun aku suka. Biasanya aku bertukar pikiran dengan para penulis lagu dan saat kami memutuskan suatu topik, kami bekerja berdasarkan itu. Juga ketika kamu ingin menulis lirik, ada banyak hal yang harus kamu tahu jadi aku bekerja keras untuk mempelajari banyak hal. Aku mencoba untuk melihat banyak gambar, dari berita-berita, dan membaca banyak buku. Itu sangat berarti untukku untuk memiliki waktu untuk belajar lebih agar bisa membuat sesuatu yang ‘kreatif’.

T. Kamu tidak membaca tapi mencoba membaca? (Tertawa)

YG:  Itu karena aku tidak bisa terlalu sering membaca, Jadi aku mencoba. (Tertawa) Aku biasanya bekerja di malam hari. Itulah kenapa aku tidur larut malam.
HC: Aku pernah melihatnya bekerja, dan Yongguk bekerja dengan sangat cepat. Aku pikir bekerja ketika kamu menginginkannya adalah yang paling bagus.

T. Benar. Itu rasanya tidak seperti ketika seseorang menyuruhmu “Mulai bekerja” dan kemudian menghasilkan.

YG: Sebelumnya, saat aku bekerja untuk lagu solo (Song) Jieun ‘Are You Crazy’, konsepnya adalah seorang penguntit. Aku benar-benar tidak ingin melakukannya. (Tertawa) Itu karena aku khawatir akan pikiranku, ‘Nantinya aku akan bergabung dengan grup bernama B.A.P.’ Itulah mengapa butuh waktu sangat lama untuk mengerjakannya. Aku bahkan memberitahu Himchan yang seorang trainee denganku saat itu, “Kau yang menulisnya.”
Himchan suka hal-hal seperti itu.
Semua: (Tertawa terbahak)
HC: Tapi itu dulu.
YG: jangan berpikir hal bagus dari seberapa cepat melakukkannya, namun lihat hasilnya dari seberapa besar kamu bekerja keras untuk itu.

T.Sejak debut, ada berbagai perubahan dari jenis atau tema musik yang dibawa B.A.P. Namun judulnya selalu jelas dan kuat. Apakah ini karena kalian berpikir lagu harus ada ‘peranan’nya?

YG: Kami tidak mencoba untuk menunjukkan bahwa kami berbeda. Namun kami berharap musik B.A.P tidak hanya menjadi musik percobaan yang berlalu begitu saja atau mengikuti zaman dan musik yang sedang trend. Aku membuat lagu dengan pemikiran agar lagu yang kami berenam tampilkan membawa pesan tidak hanya untuk kaum muda tetapi juga lagu yang didengarkan banyak orang. Itulah mengapa aku ingin membuat musik yang tetap enak didengar walau waktu terus berjalan. Aku juga bekerja keras untuk membuat musik demi uang dan sesuai selera fans tapi hal yang paling utama yang aku pikirkan adalah untuk terus membuat musik yang penuh arti dan penting, dan aku rasa ini akan menjadi sebuah ajang untuk kami berenam untuk membuat musik yang lebih baik. Karena hal inilah, makanya aku bekerja keras membuat banyak musik yang bermakna.

T. Mungkin karena itulah aku tidak merasa bosan walaupun mendengarkan lagu dari debut album kalian.

YG: Terima kasih karena sering mendengarkannya. (Tertawa)

T. Bang Yongguk dan Zelo memainkan peran penting dalam penciptaan warna musik B.A.P, namun para vokal utama, Daehyun dan Youngjae memainkan peran penting juga. Apa ada kekhawatiran atau prasangka yang kalian miliki sebagai vokal?

DH: Jika kami mendengarkan semua musik B.A.P kamu mungkin tahu, tapi pada kasusku vokalku memiliki perasaan yang sama…(Tertawa) Aku meneliti berbagai hal dan berlatih untuk menunjukkan sisi lain dari diriku. Aku sering mendengarkan jazz, rock, hard rock, R&B dan berbagai jenis musik lainnya.
YJ: Aku bekerja keras agar vokalku cocok dengan jenis musik yang dibuat tim kami. Dan juga, aku ingin tetap menunjukkan warnaku sebagai vokal sehingga aku juga mendengarkan berbagai jenis lagu.

T. Aku rasa vokal Daehyun ada banyak unsure rock di dalamnya. Youngjae juga punya vokal yang lembut tapi juga kasar; kalian sama tapi juga beda.

DH: Aku pikir itu karena kita bernyanyi. Saat pertama mulai bernyanyi aku bukan vokalis seperti ini. Suaraku tidak keras, vokalisasiku tidak bagus dan aku tidak tahu apa hubungannya namu aku juga tidak kuat tapi setelah aku menyanyikan lagu B.A.P, aku menjadi seperti sekarang. Kini, setelah aku bisa melakukan ini, aku berpikir aku harus mencari sesuatu yang baru. Contohnya Youngjae, dia suka black music dan R&B sementara aku mendengarkan banyak lagu populer. Aku rasa itu alasan mengapa cara kami bernyanyi dan warna musik kami sangat berbeda.
YJ: Aku rasa kami mencoba untuk tidak sama. Di B.A.P, ada hal-hal tertentu yang bisa dan tidak bisa aku atau Daehyun lakukan, jadi ketika kami terlalu sama, tidak ada gunanya memiliki dua vokal utama. Kami masing-masing belajar apa yang menjadi keahlian kami.

T. Jongup, yang bertanggung jawab atas tarian juga bertambah baik dalam bernyanyi.

JU. Aku banyak berlatih. (Tertawa)

T. Maret lalu, di ‘Open Concert’ KBS ketika kalian menampilkan ‘Don’t Leave Me’ dengan jelas aku mendengar suara Jongup. Aku terkejut, suaranya begitu merdu. (Tertawa)

DH: Saat fans melihat video itu, mereka terus berkata “Kenapa Jongup tidak mendapat bagian bernyanyi?” dan sejak itu mereka terus mendesak. (Tertawa) Suara lebih cocok untuk pop atau R&B, daripada musik Korea.
YJ: Itu warna suara yang aku inginkan.

T. Tapi apa Jongup sangat pemalu untuk berbicara? Apa itu karena kalian terbiasa berekspresi dengan tubuh daripada kata-kata?

JU: Dalam suatu pentas atau tempat yang segala sesuatunya sudah terjadwal; jika aku mengenal tempat itu, aku bersikap sebagaimana adanya, namun jika tidak aku akan menjadi canggung.

T. Baru-baru ini DVD ‘B.A.P 1st ADVENTURE: 10,000 Miles in America’ dirilis dan aku melihat Jongup dan Zelo melakukan dance battle dengan orang Amerika di sana saat syuting video klip ‘Coffee Shop’.

YG: (Mata terbelalak kaget) Kau melihatnya?
Semua: (Tepuk tangan) OHHH!
YJ: Kau melihat semua? (Tertawa)
YG: Aku menonton itu sebentar sekali waktu dan baru selesai kemarin. Itu dibuat dengan bagus. Waktu itu sangat menyenangkan karena para member yang lebih muda. Aku juga tidak tahu kalau Zelo bisa cerewet. Dia sedikit seperti seorang superstar. (Tertawa) Tapi dance battle yang keluar di DVD adalah bagian yang kurang bagus. Ada saat dimana mereka melakukannya dengan hebat waktu itu tapi itu adanya di video. Mereka biasanya lebih baik dari itu (yang ada di DVD).

T. Keseluruhan dance battlenya tidak ditunjukkan (di dalam DVD)? Aku ingin melihat lebih banyak. (Tertawa)

YJ: Iya. Karena Jongup dan Zelo adalah penari terbaik di B.A.P, aku selalu berharap mereka menari dengan lebih baik ketika di tempat lain. Orang sering berkata pada kami bahwa B.A.P harus menari dengan baik setelah melihat tarian mereka (Jongup&Zelo-red) sehingga aku punya harapan semacam itu pada mereka, tapi kali ini, para member termuda tidak melakukan dengan sangat baik. Ketika aku tanya alasannya, mereka bilang pakaian mereka kurang nyaman.
JU: Pakaiannya baru dan sepatunya mahal. (Tertawa) Aku selalu ingin bersenang-senang dan menari dengan pria kulit hitam yang terkenal atau penari di Amerika. Itu seperti mimpi. Aku ingin bersenang-senang dengan mereka tapi sepatunya mahal… (Tertawa) Aku berputar untuk melakukan Thomas tapi aku juga berusaha keras agar sepatuku tidak kotor. Ah, hal itu menyedihkan.
Semua: (Tertawa terbahak)
DH: Sepatu itu memang mahal. (Tertawa) Saat aku menonton dari belakang, karena terlalu bersemangat, aku bersorak untuk mereka untuk mengalahkan laki-laki berkulit hitam. Tapi sepertinya Jongup tidak sebagus biasanya jadi aku memanggilny dan kami bertukar sepatu. Mereka mulai melakukkannya dengan lebih baik waktu itu tapi bagian tersebut tidak ditampilkan ke dalam DVD.

T. Ada hal besar dari Daehyun di dalam DVD. Bagian yang paling terkenang adalah saat kamu dalam sebuah syuting video klip dan kau melihat ke sebuah rumah yang indah berkata bahwa impianmu adalah ingin hidup di rumah semacam ini bersama istri dan anakmu. Di sebuah hotel mewah di Las Vegas, kamu bahkan berkata kau ingin datang kesini setidaknya satu kali bersama keluargamu. Kamu sering membicarakan keluargamu atau keluarga kecilmu nanti.

DH: Aku yang paling banyak waktu dengan kamera karena aku sangat akrab dengan pembawa kamera, aku terus mengikutinya. Makanya aku yang sering muncul. (Tertawa) Juga, saat aku masih muda, keluargaku selalu berkumpul. Saat hari libur atau dihari ulangtahun nenekku, seluruh keluarga berkumpul jadi aku senang bersama dengan keluargaku. Dulu kami berkumpul karena keinginan para orang tua, tapi akhir-akhir ini, karena sulit untuk bertemu denganku, mereka berusaha berkumpul karenaku. Jadi aku sangat bersyukur, aku ingin lebih banyak pergi. Aku bahkan bertemu mereka di Chuseok ini. [Korean Thanksgiving Day]
YJ: Dimanapun kami mengadakan konser atau penampilan. Daehyun mengundang kira-kira 30 orang keluarganya. (Tertawa)

T. Apa semua mendapat libut Chuseok ini?

YJ: Untuk 1 hari 2 malam setiap member pulang ke rumah untuk menghabiskan waktu bersama keluarga mereka. Kami makan nasi, jeon [Korean pancakes] dan berbincang.
HC: Waktu aku pulang Chuseok ini, ibuku bilang kami harus menonton DVD jadi kami melakukan itu. Muali besoknya hingga sekarang, jadwal kami penuh. (Tertawa)

T. Kalau begitu kalian pasti menonton program MBC spesial Chuseok ‘Idol Star Track, Archery, Soccer Athletic Meet’ bersama. Hari itu, sangat mengagumkan bahwa B.A.P telah berperan aktif, namun yang tidak disiarkan lebih mengesankan. Para member membawa kantong plastic membersihkan sampah.

DH: Mhm, kami selalu melakukannya tapi ada sebagian orang berpikir kami melakukan hal itu dengan tujuan tertentu jadi kami sangat berhati-hati bila membahas hal ini. Tapi kita harus membersihkan apa yang kita makan. Dan hal riskan lainnya mengenai ini adalah, jika kami hanya membersihkan sampah kami, kami akan ditanya mengapa kami hanya membersihkan sampah kami.

T. Karena kalian memang baik hati. Tapi, itu merupakan hal yang alami lalu mengapa kalian harus berhati-hati ketika membicarakannya?

Z: Kami melakukannya karena kami merasa bersalah jika tidak membersihkannya.
YJ: Ada orang-orang yang berbicara buruk tentang itu, tapi ada juga sebaliknya yang mengambil tindakan kami sebagai hal baik. Para fans juga membersihkan sampah mereka setelah melihat apa yang kami lakukan. Kami juga melihat mereka melakukan itu dan belajar banyak hal.
HC: Kami saling bertukar pengaruh positif dengan penggemar kami. (Tertawa)

T. Aku ingat sekarang, pada Hari Anak bulan Mei ini, aku ingat Bang Yongguk meminta sesuatu dari fans. Ini mengenai kamu meminta persetujuan agar bisa mendonasikan boneka-boneka hadiah dari para fans kepada panti asuhan.

YG: Para fans memberiku banyak sekali Tiggers (Telah diketahui bahwa itu adalah boneka kesukaan Bang Yongguk sejak kecil) sebagai hadiah. Karena para fans memberikan boneka-boneka itu untukku, aku senang menyimpan semuanya tapi karena tempat tidurku terlihat seperti bekas lokasi tembak, dan aku tidak bisa meletakkannya di tempat tidur member lain karena pasti aku merasa bersalah, aku biasanya menaruh teman Tiggerku di perusahaan, tapi…karena jumlahnya terlalu banyak sehingga mulai menghambat kerja para pekerja di sana. Dan menurutku akan lebih baik jika boneka-boneka itu bertemu dengan pemilik yang baik dan juga dicintai sehingga saat Hari Anak hampir tiba, aku memutuskan untuk mengirim boneka-boneka itu pada anak-anak di panti asuhan yang kami bantu. Itu merupakan barang yang dikirim para fans jadi aku membuat postingan untuk bertanya pada mereka.

T. Di postingan itu kamu mengungkapkan, “Boneka-boneka yang dibuat dari kapas dan benang, bisa menjadi sesuatu untuk bersandar sebagian hati mereka bagi seseorang…” Itu hanya kata-kata biasa tanpa bahasa pemanis, namun menggetarkan emosiku.

YG: (Tertawa malu) Apa kamu juga menulisnya? Aku tidak pernah belajar bagaimana menulis dengan professional jadi…Seringkali aku berbicara aneh. Tata bahasanya bahkan bukan tata bahasa Korea jadi itu lebih aneh lagi. Itu karena aku sedang belajar bahasa Inggris juga saat itu. (Tertawa) Aku menulis dengan cara mencarinya di Google terjemahan penasaran apa yang seharusnya aku tulis. Ada orang yang lebih pintar akan melihat hal itu tidak masuk akal.

T. Tanpa berpikiran soal tata bahasa, ada bagian tertentu yang menggerakkan hati seseorang. Dari mana kekuatan itu datang?

YG: Kau yakin? (Tertawa) Aku selalu menggambarkan bagaimana orang berpikir tentang hal-hal yang kekanak-kanakan. Contohnya, berkata “Aku cinta kamu” mungkin akan terdengar kekanak-kanakan, atau tingkah laku yang mungkin kekanak-kanakan. Ada hal yang mungkin terlihat kekanak-kanakan bagi seseorang, namun ada juga yang terasa indah bagi orang lain. Bertanya pada fans apa aku bisa mengirim boneka-boneka yang diberikan padaku ke panti asuhan, mungkin terlihat seperti sesuatu yang kekanak-kanakan bagi seseorang. Tapi menurutku sesuatu yang kekanak-kanakan seperti itu akan terlihat sangat indah jika dikatakan dengan serius, jadi aku hanya mengatakannya dengan serius kepada para fans. Aku rasa itulah mengapa hal itu terasa seperti itu. (Tertawa)

©bapyessir.com #Sarah (English) | ©bapyessir.com #Desy (Indonesian)


DILARANG MENGEDIT GAMBAR DI BAWAH
©BusanBoy
©BangzeloDAY_BAP

©BangzeloDAY_BAP

©BangzeloDAY_BAP

©BangzeloDAY_BAP

©BangzeloDAY_BAP

©BangzeloDAY_BAP

©BangzeloDAY_BAP

©BangzeloDAY_BAP

©BangzeloDAY_BAP

©BangzeloDAY_BAP

©BangzeloDAY_BAP

©BangzeloDAY_BAP

©BangzeloDAY_BAP

©BangzeloDAY_BAP

©BangzeloDAY_BAP

©BangzeloDAY_BAP
©10+Star

No comments:

Post a Comment